Breaking News:

Musim Penghujan; jaga kesehatan, waspada bencana banjir, longsor dan wabah demam berdarah

Nataru 2025: Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi dan Dampak Siklon Tropis Bakung


Kota Agung—Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap peningkatan curah hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor yang berisiko terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini terpantau Siklon Tropis Bakung di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Provinsi Lampung. Meskipun tidak berdampak langsung, keberadaan sistem siklon tersebut berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Provinsi Lampung, termasuk Kabupaten Tanggamus.

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Menyambut Natal dan Tahun Baru 2025


Akhir tahun selalu membawa dua wajah: harapan dan kewaspadaan. Di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Natal dan Tahun Baru 2025 hadir bersamaan dengan musim hujan yang kian basah, angin yang tak selalu ramah, serta laut yang kadang berubah tabiat. Inilah musim hidrometeorologi—saat hujan lebat, banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi bisa datang tanpa undangan. Merayakan boleh, lengah jangan.

BPBD Tanggamus Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025 di Pantai Muara Indah, Kotaagung. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada periode penghujan.

Apel siaga diikuti oleh unsur TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat pesisir. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan kesiapan seluruh sumber daya menghadapi ancaman banjir, longsor, serta gelombang pasang.


“Apel ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat ketika terjadi bencana,” ujar Irvan Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus dalam amanat apel.

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tanggamus, 11 Rumah Rusak — BPBD Lakukan Penilaian Cepat


Bupati Tanggamus Serahkan Bantuan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Gempa

Gempa bumi bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat malam, 26 September 2025, sekitar pukul 21.55 WIB. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 5,47° Lintang Selatan dan 104,51° Bujur Timur, atau 19 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman lima kilometer.

Guncangan yang bersumber dari gempa dangkal ini dirasakan cukup kuat di sejumlah pekon di Kecamatan Semaka. Masyarakat sempat merasakan getaran dalam waktu singkat, namun tidak ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan.

Hasil pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mencatat sebanyak 11 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian satu unit rusak berat, enam unit rusak sedang, dan empat unit rusak ringan. Kerusakan terutama terjadi di Pekon Sidodadi, Pekon Tugu Rejo, dan Pekon Karang Rejo. Meski ada kerusakan bangunan, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa ini.

Tim Reaksi Cepat BPBD Tanggamus langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk melakukan assessment lapangan bersama aparat pekon dan kecamatan. Penilaian dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

“BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG dan unsur Forkopimda, untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan,” ujar Irvan Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus.

Saat ini, proses pendataan lanjutan dan identifikasi kebutuhan logistik masih berlangsung. Pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan serta mengupayakan dukungan perbaikan rumah warga terdampak sesuai prosedur yang berlaku.

BPBD Tanggamus mengingatkan masyarakat untuk selalu memperoleh informasi dari sumber resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa bumi, mengingat wilayah ini berada pada jalur sesar aktif dan zona rawan gempa.

Gerakan 5 Menit: Sebuah Inovasi Sederhana dalam Digitalisasi Arsip


Digitalisasi arsip menjadi kebutuhan mendesak bagi lembaga pemerintah di era modern. Tidak terkecuali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus yang meluncurkan sebuah inisiatif sederhana namun strategis bernama "Gerakan 5 Menit Dokumentasi Digital."  Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja melalui pengelolaan arsip berbasis digital.


​Inisiatif ini dirancang dengan prinsip utama yang mudah dipahami dan diterapkan oleh setiap pegawai. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: cepat (cukup 5 menit per hari), rutin (konsisten setiap hari), sederhana (cukup pindai, beri nama berkas, dan unggah ke dashboard DEVI), dan bermanfaat (hasil digitalisasi langsung siap digunakan kapan saja).

Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Tanggamus, Akses Jalan Terputus


Hujan deras sejak Jumat (5/9) malam hingga Sabtu (6/9) pagi memicu banjir dan longsor di Kabupaten Tanggamus, terutama di Kecamatan Limau, Cukuh Balak, dan Kelumbayan. Puluhan rumah warga terendam air, sejumlah jembatan rusak, dan akses jalan utama lumpuh akibat tertutup material longsor. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material terhitung besar.

Banjir Kembali Landa Tanggamus, 18 Pekon Terendam


Banjir kembali melanda Kabupaten Tanggamus pada Kamis, 28 Agustus 2025, khususnya di Kecamatan Wonosobo. Dua pekon, yakni Soponyono dan Way Liwok, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak pagi hingga siang. Air meluap dari Sungai Way Ngarip dan Way Liwok, merendam puluhan rumah hingga setinggi dada orang dewasa. Warga pun terpaksa dievakuasi, sebagian diungsikan ke lokasi aman, sementara dapur umum darurat segera dibuka untuk memenuhi kebutuhan makanan.

Update Penanganan Bencana di Tanggamus


Sejak banjir bandang melanda 18 desa di 5 kecamatan akhir Juli lalu, BPBD bersama Pemkab Tanggamus terus bergerak cepat. Evakuasi warga, asesmen kerusakan, hingga penetapan status tanggap darurat 14 hari sudah dilakukan agar penanganan lebih terkoordinasi.


Awal Agustus, alat berat dikerahkan untuk normalisasi sungai di Way Belu (Negarabatin) dan Way Tuba (Bandar Negeri Semuong). Langkah ini penting untuk mencegah luapan kembali.
Tak hanya pemerintah, semangat gotong royong juga terlihat. Warga bersama relawan ikut mendirikan jembatan darurat di Kotaagung Barat, memastikan akses ekonomi dan pendidikan tetap berjalan.

Hujan Semalaman, Beberapa Kecamatan Dilanda Banjir


Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sejak Selasa (29/7) pukul 04.00 WIB menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga di wilayah Kabupaten Tanggamus. Peristiwa ini berdampak pada lima kecamatan dan menyebabkan ratusan warga mengungsi.

Cuaca Kabupaten Tanggamus: Dampak dan Persiapan Menghadapinya

Kabupaten Tanggamus, Lampung, belakangan ini mengalami cuaca yang cukup dinamis. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah ini sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Namun, kondisi cuaca masih kerap berubah-ubah, dengan kombinasi cerah berawan, hujan lokal, dan angin kencang sesekali. 

Dalam beberapa pekan terakhir, Tanggamus kerap diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada sore dan malam hari. Suhu udara berkisar antara 23°C hingga 31°C, dengan kelembapan yang cukup tinggi. Wilayah pegunungan seperti sekitar Gunung Tanggamus cenderung lebih dingin dan berpotensi kabut di pagi hari. 

Pelatihan Kaji Cepat Bagi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Multisektor

Kegiatan Pelatihan Kaji Cepat untuk TRC-PB Multisektor ini merupakan salah satu bentuk mitigasi, edukasi, persiapan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana. 

Dalam upaya penanggulangan bencana harus dilakukan secara sinergis, serentak, cepat, aman, dan akurat. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan berkelanjutan dengan melibatkan semua elemen dan terus mengembangkan teknologi dan inovasi.  
Pemkab Tanggamus telah mengambil kebijakan dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Tanggamus Nomor: B.89/44/08/2023 tentang Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Tanggamus.  

BPBD Tanggamus Peringatkan Waspada Potensi Gempa

Provinsi Lampung merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi besar terkena dampak gempa bumi, mengingat posisinya yang diapit oleh dua lempeng dunia serta dilalui oleh Patahan Sumatera, yaitu Lempeng Patahan Semako dan Kota Agung.

Sementara itu, potensi gempa di Lampung juga mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus.

Kerjasama BPBD Tanggamus dan Perguruan Tinggi di Lampung

Sebagai upaya membangun kesadaran terhadap bencana dan menciptakan masyarakat tanggap bencana, BPBD Kabupaten Tanggamus telah melakukan serangkaian kunjungan untuk menjalin kerjasama ke beberapa perguruan tinggi di Lampung. Hal tersebut dilakukan mengingat perguruan tinggi memiliki potensi strategis untuk melaksanakan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat, baik secara langsung melalui Program Praktek Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), atau pun secara tidak langsung melalui kajian, seminar, lokakarya dan sebagainya.

Waspada Hadapi Masa Peralihan Musim Penghujan

Pekan kedua bulan Agustus ini, wilayah kabupaten Tanggamus memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Masyarakat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan melakukan persiapan guna menghadapi perubahan cuaca yang terkadang tidak terduga. Dalam hal ini Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Tanggamus, Hendarman Wahid, mengingatkan bahwa musim peralihan atau pancaroba ini bisa membawa berbagai dampak, mulai dari cuaca ekstrem hingga potensi bencana alam seperti banjir dan longsor.

Waspada Datangnya Fenomena La Nina


Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), memprediksi fenomena La Nina berpotensi baru akan terjadi pada Agustus-September-Oktober 2024 atau ASO 2024. Pada Dasarian I Juli 2024, Indeks ENSO sebesar 0,19 atau berada pada fase Netral.

Bencana yang mungkin terjadi saat La Nina atau El Nino secara umum adalah bencana-bencana hidrometeorologi. Dengan adanya peningkatan curah hujan saat La Nina, kemungkinan bencana yang dapat terjadi adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, bahkan badai tropis. 


Seperti diketahui, La Nina adalah fenomena saat Suhu Muka Laut di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normal. Pendinginan ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia.


Banjir dan Longsor, Kecamatan Ulu Belu Terisolir


Hujan yang terjadi sejak sabtu 25 Mei 2024, telah menyebabkan bencana banjir dan longsor pada sore dan malam harinya di beberapa wilayah Kabupaten Tanggamus. Beberapa pekon terdampak banjir dan longsor ini, antara lain Kec. Talang Padang, Pekon Sinar Banten, Pekon Sinar Petir, Pekon Way Halom; Kec. Kotaagung Timur, Pekon Sukabanjar; Kec. Kotaagung Barat, Pekon Kanyangan, Pekon Belu, Pekon Banjar Masin, Pekon Negara Batin, Pekon Tanjung Agung; Kec. Semaka, Pekon Bandar Kejadian, Pekon Karanganyar Kec. Wonosobo, Pekon Sukaraja, Pekon Sedayu; Kec. Ulu Belu, Pekon Datarajan; Kec. Air Naningan, Pekon Srimenganten. Bencana banjir tersebut mengakibatkan adanya jembatan putus, puluhan rumah terendam dan beberapa warga terdampak dievakuasi ke tempat aman. 


Setelah mendapat informasi terkait bencana di beberapa wilayah, Pemda Tanggamus segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menentukan tindakan sesegera mungkin, dan berdasar laporan assesmen terhadap dampak bencana kemudian dilakukan upaya penanganan bencana yang diperlukan. 


Sampai hari ini, kepada keluarga korban banjir dan tanah longsor, Pemda Tanggamus telah menyerahkan santunan dan kepada masyarakat terdampak diberi bantuan terutama kebutuhan pokok dalam kondisi darurat. Sementara wilayah Pekon Datarajan, Kec. Ulu Belu, yang terisolir akibat jalan penghubung tertimbun tanah longsor di beberapa titik, masih dilakukan upaya membuka ruas jalan agar dapat dilalui kendaraan. BPBD Tanggamus bersama dengan Bina Marga Provinsi Lampung dan PGE Geotermal Pertamina telah menurunkan 5 alat berat, sementara sedang diupayakan penambahan alat berat untuk mempercepat proses pengerjaannya.


Kepada semua pihak dan masyarakat yang telah membantu proses penanganan bencana banjir dan tanah longsor ini, diucapkan terima terimakasih.. 

9 Kecamatan di Tanggamus Terindikasi Rawan Bencana Banjir

Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mengatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung, menganalisis prakiraan curah hujan pada bulan November 2023 sampai dengan puncaknya bulan Januari 2024. "Sebagai tindak lanjut informasi tersebut maka kita perlu waspada terhadap potensi bencana meteorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang yang melanda wilayah Kabupaten Tanggamus," kata dia. 

BPBD Kabupaten Tanggamus, telah memetakan daerah rawan bencana di Kabupaten Tanggamus yaitu; Kecamatan Semaka, Wonosobo, Kotaagung, Kotaagung Barat, Kotaagung Timur, Limau, Cukuh Balak, Kelumbayan, dan Kecamatan Kelumbayan Barat. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk dapat menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi musim hujan dengan selalu memantau kondisi terkini di lapangan serta menyebarluaskan informasi peringatan dini (curah hujan dan potensi risiko wilayah genangan). 

"Agar masyarakat rutin gotong royong membersihkan sampah, gorong-gorong, dan saluran drainase. Hal terebut dilakukan guna mengantisipasi bencana banjir yang mungkin saja terjadi di musim penghujan." tambahnya.

Hendarman juga mengatakan; "BPBD juga melakukan upaya meningkatkan koordinasi dengan instansi atau lembaga terkait kesiapsiagaan terutama di daerah rentan dan rawan bencana serta melakukan penyiapan tempat evakuasi atau lokasi pengungsian. Seperti melakukan pemantauan ketinggian air lawat CCTV yang masih dalam tahap pengerjaan. Kemudian, sosialisasi dengan mitra PMI Tanggamus tentang simulasi bila terjadi banjir. Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan personil piket setiap hari dan bila diperlukan dapat langsung mensiagakan seluruh anggota dalam situasi atau kondisi ekstrim. 

11 Pekon Terdampak Banjir Semaka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mencatat dari 11 pekon di Kecamatan Semaka, sebanyak 1.252 KK atau 5.008 jiwa terdampak banjir.

"Rumah terdampak sebanyak 1.252 unit, dua diantaranya hanyut, sedangkan tiga rumah mengalami rusak berat," kata Fungsional Pelaksana Penanggulangan Bencana BPBD Tanggamus, Budiman.

Tak hanya rumah milik warga yang terdampak, BPBD Tanggamus juga mencatat lahan pertanian milik warga ikut terdampak.

"Di sektor pertanian kami mencatat lahan yang terdampak itu seluas 149,45 hektare terendam banjir," ujarnya.

Selain itu, dijelaskan Budiman, fasilitas umum juga terdampak akibat banjir diantaranya Jalan Lintas Barat dan jalan-jalan penghubung antar pekon-kecamatan, fasilitas ibadah dan pendidikan. Pada fasilitas umum, BPBD mencatat bronjong rusak berat satu unit dan bangunan terendam berupa fasilitas ibadah tiga unit serta fasilitas pendidikan dua unit." 

Bantuan kepada warga terdampak diberikan baik dari Pemda Kabupaten Tanggamus, Pemda Propinsi Lampung, juga dari pihak swasta dan kelompok swadaya masyarakat lainnya. Hingga berita ini dibuat, warga sudah dapat beraktifitas normal, Pemda dan stackholder terkait saat ini fokus pada penanganan pasca bencana yang diperlukan.

Dapur Umum Untuk Masyarakat Terdampak Banjir Way Kacapura

Banjir yang terjadi sejak dini hari Kamis (27/10/2022), mengakibatkan jebolnya tanggul sungai Way Kacapura, Kecamatan Semaka, tepatnya di Dusun 3 (tiga) Rt 07 Pekon Kacapura. Luapan air mengakibatkan ratusan rumah terendam dan puluhan rumah terisolir, sekitar 300 warga diungsikan ke pos pengungsi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.
 

Pemda Kabupaten Tanggamus pada hari yang sama menurunkan tim untuk meninjau lokasi dan memberi bantuan pertama yang diperlukan, tim dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Tanggamus, Hamid H Lubis. Kepada wartawan dia mengatakan; “kami turut prihatin kepada warga masarakat Kacapura yang terkena banjir bandang, langkah pertama kami Pemerintah Daerah Tanggamus, akan membuka dapur umum, dengan tujuan untuk memberikan bantuan makanan 3 (tiga) kali sehari sampai kondisi kembali normal.”


Sekda yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD Kabupaten Tanggamus juga menghimbau kepada warga masarakat yang terkena banjir, agar tidak perlu hawatir, karena menurutnya pemerintah Tanggamus akan selalu ada untuk membantu dan memberikan rasa aman kepada masarakat. “Saya menghimbau dan berharap agar masarakat yang terkena banjir bandang di Pekon Kacapura, tidak perlu hawatir, karena kami pemerintah Daerah Tanggamus akan selalu ada untuk membantu dan memberi rasa aman kepada masarakat dan semoga banjir ini akan segera surut dan tidak ada banjir susulan lagi.” 


Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanggamus, Ediyan M. Thoha, dalam upaya penanganan dampak banjir ini, pihaknya memprioritaskan pada upaya mencegah jatuhnya korban jiwa dengan cara mengungsikan warga terdampak ke pos pengungsian, setelah itu mendirikan dapur umum sementara dengan menumpang di rumah warga, sebelum nantinya dibangun dapur umum di Balai Pekon Kacapura. Langkah selanjutnya setelah banjir surut, akan dilakukan upaya rehabilitasi dan langkah penanggulangan bencana lainnya. ”Di antaranya melakukan pembenahan terhadap tanggul penahan air sungai Way Belu yang jebol dan normalisasi aliran sungai,” kata dia. 

Berdasar informasi Camat Kotaagung Barat, Firdaus, ada enam pekon terdampak banjir akibat hujan turun terus menerus. Air masuk ke pekarangan rumah dengan ketinggian kurang lebih 30 cm, menerjang dan merendam areal persawahan di Pedukuhan Kampung Bayur, Pekon Negara Batin. 


Banjir Rob Landa Pesisir Pantai Tanggamus

Banjir rob yang melanda hampir di seluruh wilayah pesisir pantai Kabupaten Tanggamus, untuk kawasan pemukiman wilayah terdampak paling parah adalah banjir yang menggenangi komplek pemukiman warga Dusun Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, sejak tanggal 15 Mei 2022 sampai hari ini (18/05) masih melanda wilayah dataran rendah tersebut. Meskipun belum megakibatkan korban jiwa, banjir yang melanda hampir setiap tahun ini telah mengakibatkan kerugian material dan mengakibatkan terhentinya aktivitas ekonomi warga terdampak.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak banjir rob ini, Pemda Tanggamus melalui Pemerintah Kelurahan Pasar Madang mendirikan posko pemantauan dan bantuan di lokasi bencana. Sekda Kabupaten Tanggamus, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si., meninjau pendirian Posko Tanggap Darurat Bencana dan Pemberian Bantuan masyarakat terdampak banjir, Selasa malam (17/05), Pukul 21.30 WIB. didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Edi Nugroho, Kabid Kesiapsiagaan Rusdi, dan turut hadir Camat Kota Agung Erlan, Lurah Pasar Madang Dede candra, Personil BPBD, Personil TAGANA, Polsek Kota Agung, PMI, Personil RAPI lokal II Tanggamus dan instansi lain yang terlibat.

Dalam pernyataannya Sekda menyampaikan bahwa beberapa rumah warga yang terdampak banjir rob ini, sementara ada 9 kepala keluarga yang terdampak dan sudah terdata. Dalam waktu dekat hal yang dilakukan adalah; Pertama, terkait dengan darurat kebencanaan, masyarakat yang terdampak diberikan bantuan pangan dan kebutuhan hidup lainnya.

Kedua, kita akan pikirkan penangganan pasca bencana, sementara ini sudah dilakukan assesmen oleh teman-teman BPPD Kabupaten Tanggamus, untuk proses pembangunan pagar pertahanan dari ombak sepanjang kurang lebih 600 Meter.

Ketiga, sebagai langkah berikutnya adalah melakukan kajian antisipatif, karena posisi RT 16, terletak berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, sehingga perlu dilakukan upaya agar dampak banjir bisa diminimalisir atau bahkan dicegah.

Ditambahkan, bahwa darurat banjir rob kali ini terjadi di seluruh wilayah pesisir pantai Kabupaten Tanggamus, sehingga masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir pantai untuk selalu waspada dan melakukan antisipasi seperlunya dengan tetap tenang dan tidak perlu panik.