Breaking News:

Musim Penghujan; jaga kesehatan, waspada bencana banjir, longsor dan wabah demam berdarah

Waspada Peralihan Musim dan Cuaca Ekstrem: Masyarakat Perlu Meningkatkan Kesiapsiagaan Dini



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika perubahan cuaca serta potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang menyertainya. Berdasarkan pemantauan data cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Tanggamus menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat serta angin kencang.


Hendarman Wahid, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tanggamus, mengatakan; “Kondisi topografi Kabupaten Tanggamus yang sangat beragam, mulai dari wilayah pesisir, dataran rendah, hingga daerah perbukitan dan pegunungan, membuat wilayah ini memiliki kerentanan khusus terhadap berbagai jenis bencana alam.”

Potensi Risiko Bencana yang Perlu Diwaspadai

Dinamika atmosfer yang tidak stabil pada fase peralihan musim ini meningkatkan probabilitas terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi, antara lain:
  1. Banjir dan Genangan Air. Curah hujan tinggi dalam durasi singkat berisiko memicu meluapnya debit air sungai-sungai utama di Kabupaten Tanggamus, terutama bagi permukiman warga yang berada di bantaran sungai atau wilayah dataran rendah dengan drainase yang kurang memadai.
  2. Tanah Longsor (Landslide). Wilayah perbukitan dan lereng gunung yang mendominasi sebagian besar kecamatan di Tanggamus sangat rentan mengalami pergerakan tanah atau longsor, terutama apabila diguyur hujan lebat secara terus-menerus. Ancaman ini juga perlu diwaspadai oleh para pengguna jalan yang melintas di jalur lintas/penghubung antar-kecamatan yang berkontur terjal.
  3. Angin Kencang / Puting Beliung. Potensi angin kencang yang kerap menyertai hujan lebat dapat berisiko merobohkan baliho, papan reklame, mematahkan dahan atau pohon besar, serta merusak bagian atap rumah warga.
Upaya Mitigasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisasi risiko korban jiwa dan kerugian materiil, BPBD Kabupaten Tanggamus mengajak masyarakat untuk proaktif melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing:
  1. Membersihkan Saluran Air dan Drainase: Lakukan kerja bakti secara berkala di tingkat pekon/kelurahan untuk membersihkan saluran air, parit, dan gorong-gorong dari sampah serta sedimen endapan agar aliran air lancar dan tidak meluap ke jalan atau permukiman.
  2. Pemangkasan Pohon Rindang: Warga yang memiliki pohon besar di dekat rumah atau jalur kabel listrik diimbau untuk memangkas dahan-dahan yang sudah rapuh atau terlalu rimbun guna menghindari tumbang saat terjadi angin kencang.
  3. Waspada Bagi Warga di Zona Rawan: Masyarakat yang tinggal di lereng bukit atau bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam. Segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman jika mendapati tanda-tanda awal pergerakan tanah atau peningkatan debit air yang drastis.
  4. Tidak Membuang Sampah Sembarangan: Budaya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air adalah kunci utama pencegahan banjir.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui BPBD terus menyiagakan personel serta menyiapkan sarana prasarana logistik penanggulangan darurat guna merespons laporan masyarakat dengan cepat.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi seputar cuaca dan kebencanaan hanya melalui kanal terpercaya milik instansi berwenang (BMKG dan BPBD Tanggamus), serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya (hoaks) di media sosial.

Banjir Melanda Sejumlah Pekon di Kecamatan Kotaagung Barat, BPBD Tanggamus Lakukan Asesmen dan Penanganan



Tanggamus, 22 September 2026 — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus pada Senin malam hingga Selasa dini hari, 21–22 September 2026, menyebabkan meluapnya Sungai Way Belu di Kecamatan Kotaagung Barat.


Luapan sungai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan mengakibatkan tanggul sungai jebol pada sejumlah titik dengan panjang kerusakan sementara diperkirakan mencapai sekitar 200 meter. Air kemudian menggenangi sejumlah wilayah permukiman dan lahan pertanian masyarakat.


Berdasarkan hasil pendataan awal di lapangan, wilayah terdampak meliputi Pekon Belu, Negara Batin, Teba Bunuk, dan Tanjung Agung. Pekon Belu dan Negara Batin dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan.

Hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) BPBD Kabupaten Tanggamus Tahun 2025


Sebagai wujud transparansi dan upaya perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, BPBD Kabupaten Tanggamus menyampaikan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren peningkatan secara konsisten dari Triwulan I hingga Triwulan IV.

Rincian Capaian Nilai IKM Per Triwulan (Tahun 2025):

  • Triwulan I (TW 1): 85,91

  • Triwulan II (TW 2): 86,13

  • Triwulan III (TW 3): 86,46

  • Triwulan IV (TW 4): 87,34


Peningkatan konsisten ini mencerminkan komitmen seluruh jajaran BPBD Kabupaten Tanggamus dalam memberikan pelayanan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat sesuai dengan semangat Core Values ASN BerAKHLAK.


Terima kasih atas kepercayaannya. Kami siap terus bergerak memberikan pelayanan dan penanggulangan bencana terbaik untuk masyarakat Kabupaten Tanggamus!


#BPBD #Tanggamus #TanggapBencana #PelayananPublik #IKM2025 #BerAKHLAK 

Topografi Tanggamus dan Ancaman Bencana yang Mengintai di Balik Kabut Pagi


Pagi di Gisting dan Ulubelu kerap dibuka dengan pemandangan serupa: kabut tebal yang menggantung rendah, menyelimuti lereng-lereng hijau Bukit Barisan Selatan. Di bawahnya, hawa dingin menembus kulit dengan suhu berkisar 18 hingga 27 derajat Celsius. Namun, di balik lanskap asri dan hawa sejuk khas dataran tinggi Kabupaten Tanggamus tersebut, ada dinamika cuaca ganjil yang sedang berlangsung sepanjang Agustus ini.


Meski wilayah Lampung secara umum sudah menginjak puncak musim kemarau, warga di kawasan pesisir Teluk Semaka hingga lereng Gunung Tanggamus masih kerap dikejutkan oleh guyuran hujan lokal. Fenomena orografis—pertemuan angin laut yang sarat uap air dengan benteng perbukitan terjal—memicu pembentukan awan konvektif secara mendadak pada siang menjelang sore.

Fenomena Cuaca; Antara Elnino dan Bediding


Wilayah Agung Timur, Tanggamus, Lampung saat ini didominasi cuaca cerah berawan dengan suhu 24°C hingga 30°C. Secara nasional, Indonesia sedang mengalami puncak musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino, kombinasi pergerakan semu matahari, dan fenomena [bediding] di mana suhu terasa lebih dingin pada malam hari.