Breaking News:

Musim Penghujan; jaga kesehatan, waspada bencana banjir, longsor dan wabah demam berdarah

Fenomena Cuaca; Antara Elnino dan Bediding


Wilayah Agung Timur, Tanggamus, Lampung saat ini didominasi cuaca cerah berawan dengan suhu 24°C hingga 30°C. Secara nasional, Indonesia sedang mengalami puncak musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino, kombinasi pergerakan semu matahari, dan fenomena [bediding] di mana suhu terasa lebih dingin pada malam hari.

Perkembangan dan dinamika cuaca yang sedang berlangsung di Indonesia meliputi:

  1. Puncak Musim Kemarau & El Nino: Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang dibanding normalnya, berpotensi memicu cuaca panas terik di siang hari akibat minimnya tutupan awan.
  2. Fenomena Bediding: Penurunan suhu drastis yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari, umumnya terjadi pada periode Juli hingga September.
  3. Aphelion: Posisi Bumi berada di titik terjauh dari Matahari, namun fenomena ini tidak menjadi penyebab utama cuaca dingin di Indonesia.
  4. Variasi Cuaca Regional: Walaupun kemarau mendominasi, potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada sore hingga malam hari.

Untuk informasi akurat mengenai peringatan dini dan prakiraan wilayah Anda, silakan pantau ⁠di laman ⁠BMKG Lampung.


Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025


Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Semester II Tahun 2025 menggambarkan upaya berkelanjutan lembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.  

​Berikut adalah narasi poin-poin utama dari laporan tersebut:

  • ​Peningkatan Kinerja yang Konsisten: Sepanjang tahun 2025, BPBD Kabupaten Tanggamus menunjukkan tren peningkatan kepuasan masyarakat yang stabil. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) meningkat dari 85,91 pada Triwulan I menjadi 87,34 pada Triwulan IV, dengan nilai rata-rata tahunan mencapai 86,46 yang termasuk dalam kategori "Baik".  
  • Profil Layanan dan Responden: Survei ini melibatkan 2.972 responden, di mana mayoritas pengguna layanan (94,99%) mengakses Layanan Teknis Tanggap Darurat Bencana. Sebagian besar responden adalah laki-laki (56,59%) dengan tingkat pendidikan didominasi lulusan SLTA (67,16%).  

​Aspek Unggulan dan Tantangan:

  • Kekuatan: Unsur pelayanan dengan nilai tertinggi adalah Penanganan Pengaduan, Saran, dan Masukan (skor 3,76 pada TW IV), yang menunjukkan responsivitas lembaga terhadap masukan masyarakat.
  • Kelemahan: Unsur Sarana dan Prasarana mendapatkan nilai terendah (skor 3,24 pada TW III dan 3,32 pada TW IV), terutama terkait kondisi kendaraan dinas yang belum optimal untuk respon cepat darurat.  

​Tindak Lanjut Nyata: Sebagai respon atas hasil survei, BPBD telah melaksanakan beberapa langkah perbaikan pada Triwulan IV, antara lain:

  • Melakukan perawatan berkala dan perbaikan prioritas pada unit kendaraan dinas.  
  • Menyelenggarakan Apel Siaga Bencana untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.  
  • Mengoptimalkan digitalisasi pelaporan melalui aplikasi SIGAB (Sistem Informasi Gabungan Bencana) untuk mempercepat pendataan korban dan kerusakan.  

​Secara keseluruhan, laporan ini mencerminkan komitmen BPBD Kabupaten Tanggamus untuk bersikap transparan dan akuntabel dalam menjalankan mandat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.  


Nataru 2025: Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi dan Dampak Siklon Tropis Bakung


Kota Agung—Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap peningkatan curah hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor yang berisiko terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini terpantau Siklon Tropis Bakung di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Provinsi Lampung. Meskipun tidak berdampak langsung, keberadaan sistem siklon tersebut berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Provinsi Lampung, termasuk Kabupaten Tanggamus.

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Menyambut Natal dan Tahun Baru 2025


Akhir tahun selalu membawa dua wajah: harapan dan kewaspadaan. Di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Natal dan Tahun Baru 2025 hadir bersamaan dengan musim hujan yang kian basah, angin yang tak selalu ramah, serta laut yang kadang berubah tabiat. Inilah musim hidrometeorologi—saat hujan lebat, banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi bisa datang tanpa undangan. Merayakan boleh, lengah jangan.

BPBD Tanggamus Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025 di Pantai Muara Indah, Kotaagung. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada periode penghujan.

Apel siaga diikuti oleh unsur TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat pesisir. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan kesiapan seluruh sumber daya menghadapi ancaman banjir, longsor, serta gelombang pasang.


“Apel ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat ketika terjadi bencana,” ujar Irvan Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus dalam amanat apel.