Breaking News:

Musim Penghujan; jaga kesehatan, waspada bencana banjir, longsor dan wabah demam berdarah

Banjir Melanda Sejumlah Pekon di Kecamatan Kotaagung Barat, BPBD Tanggamus Lakukan Asesmen dan Penanganan



Tanggamus, 22 September 2026 — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus pada Senin malam hingga Selasa dini hari, 21–22 September 2026, menyebabkan meluapnya Sungai Way Belu di Kecamatan Kotaagung Barat.


Luapan sungai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan mengakibatkan tanggul sungai jebol pada sejumlah titik dengan panjang kerusakan sementara diperkirakan mencapai sekitar 200 meter. Air kemudian menggenangi sejumlah wilayah permukiman dan lahan pertanian masyarakat.


Berdasarkan hasil pendataan awal di lapangan, wilayah terdampak meliputi Pekon Belu, Negara Batin, Teba Bunuk, dan Tanjung Agung. Pekon Belu dan Negara Batin dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan.

Hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) BPBD Kabupaten Tanggamus Tahun 2025


Sebagai wujud transparansi dan upaya perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, BPBD Kabupaten Tanggamus menyampaikan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren peningkatan secara konsisten dari Triwulan I hingga Triwulan IV.

Rincian Capaian Nilai IKM Per Triwulan (Tahun 2025):

  • Triwulan I (TW 1): 85,91

  • Triwulan II (TW 2): 86,13

  • Triwulan III (TW 3): 86,46

  • Triwulan IV (TW 4): 87,34


Peningkatan konsisten ini mencerminkan komitmen seluruh jajaran BPBD Kabupaten Tanggamus dalam memberikan pelayanan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat sesuai dengan semangat Core Values ASN BerAKHLAK.


Terima kasih atas kepercayaannya. Kami siap terus bergerak memberikan pelayanan dan penanggulangan bencana terbaik untuk masyarakat Kabupaten Tanggamus!


#BPBD #Tanggamus #TanggapBencana #PelayananPublik #IKM2025 #BerAKHLAK 

Topografi Tanggamus dan Ancaman Bencana yang Mengintai di Balik Kabut Pagi


Pagi di Gisting dan Ulubelu kerap dibuka dengan pemandangan serupa: kabut tebal yang menggantung rendah, menyelimuti lereng-lereng hijau Bukit Barisan Selatan. Di bawahnya, hawa dingin menembus kulit dengan suhu berkisar 18 hingga 27 derajat Celsius. Namun, di balik lanskap asri dan hawa sejuk khas dataran tinggi Kabupaten Tanggamus tersebut, ada dinamika cuaca ganjil yang sedang berlangsung sepanjang Agustus ini.


Meski wilayah Lampung secara umum sudah menginjak puncak musim kemarau, warga di kawasan pesisir Teluk Semaka hingga lereng Gunung Tanggamus masih kerap dikejutkan oleh guyuran hujan lokal. Fenomena orografis—pertemuan angin laut yang sarat uap air dengan benteng perbukitan terjal—memicu pembentukan awan konvektif secara mendadak pada siang menjelang sore.

Fenomena Cuaca; Antara Elnino dan Bediding


Wilayah Agung Timur, Tanggamus, Lampung saat ini didominasi cuaca cerah berawan dengan suhu 24°C hingga 30°C. Secara nasional, Indonesia sedang mengalami puncak musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino, kombinasi pergerakan semu matahari, dan fenomena [bediding] di mana suhu terasa lebih dingin pada malam hari.

Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025


Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Semester II Tahun 2025 menggambarkan upaya berkelanjutan lembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.  

​Berikut adalah narasi poin-poin utama dari laporan tersebut:

  • ​Peningkatan Kinerja yang Konsisten: Sepanjang tahun 2025, BPBD Kabupaten Tanggamus menunjukkan tren peningkatan kepuasan masyarakat yang stabil. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) meningkat dari 85,91 pada Triwulan I menjadi 87,34 pada Triwulan IV, dengan nilai rata-rata tahunan mencapai 86,46 yang termasuk dalam kategori "Baik".  
  • Profil Layanan dan Responden: Survei ini melibatkan 2.972 responden, di mana mayoritas pengguna layanan (94,99%) mengakses Layanan Teknis Tanggap Darurat Bencana. Sebagian besar responden adalah laki-laki (56,59%) dengan tingkat pendidikan didominasi lulusan SLTA (67,16%).