Breaking News:

Musim Penghujan; jaga kesehatan, waspada bencana banjir, longsor dan wabah demam berdarah

Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025


Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Semester II Tahun 2025 menggambarkan upaya berkelanjutan lembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.  

​Berikut adalah narasi poin-poin utama dari laporan tersebut:

  • ​Peningkatan Kinerja yang Konsisten: Sepanjang tahun 2025, BPBD Kabupaten Tanggamus menunjukkan tren peningkatan kepuasan masyarakat yang stabil. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) meningkat dari 85,91 pada Triwulan I menjadi 87,34 pada Triwulan IV, dengan nilai rata-rata tahunan mencapai 86,46 yang termasuk dalam kategori "Baik".  
  • Profil Layanan dan Responden: Survei ini melibatkan 2.972 responden, di mana mayoritas pengguna layanan (94,99%) mengakses Layanan Teknis Tanggap Darurat Bencana. Sebagian besar responden adalah laki-laki (56,59%) dengan tingkat pendidikan didominasi lulusan SLTA (67,16%).  

​Aspek Unggulan dan Tantangan:

  • Kekuatan: Unsur pelayanan dengan nilai tertinggi adalah Penanganan Pengaduan, Saran, dan Masukan (skor 3,76 pada TW IV), yang menunjukkan responsivitas lembaga terhadap masukan masyarakat.
  • Kelemahan: Unsur Sarana dan Prasarana mendapatkan nilai terendah (skor 3,24 pada TW III dan 3,32 pada TW IV), terutama terkait kondisi kendaraan dinas yang belum optimal untuk respon cepat darurat.  

​Tindak Lanjut Nyata: Sebagai respon atas hasil survei, BPBD telah melaksanakan beberapa langkah perbaikan pada Triwulan IV, antara lain:

  • Melakukan perawatan berkala dan perbaikan prioritas pada unit kendaraan dinas.  
  • Menyelenggarakan Apel Siaga Bencana untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.  
  • Mengoptimalkan digitalisasi pelaporan melalui aplikasi SIGAB (Sistem Informasi Gabungan Bencana) untuk mempercepat pendataan korban dan kerusakan.  

​Secara keseluruhan, laporan ini mencerminkan komitmen BPBD Kabupaten Tanggamus untuk bersikap transparan dan akuntabel dalam menjalankan mandat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.  


Nataru 2025: Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi dan Dampak Siklon Tropis Bakung


Kota Agung—Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap peningkatan curah hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor yang berisiko terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini terpantau Siklon Tropis Bakung di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Provinsi Lampung. Meskipun tidak berdampak langsung, keberadaan sistem siklon tersebut berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Provinsi Lampung, termasuk Kabupaten Tanggamus.

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Menyambut Natal dan Tahun Baru 2025


Akhir tahun selalu membawa dua wajah: harapan dan kewaspadaan. Di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Natal dan Tahun Baru 2025 hadir bersamaan dengan musim hujan yang kian basah, angin yang tak selalu ramah, serta laut yang kadang berubah tabiat. Inilah musim hidrometeorologi—saat hujan lebat, banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi bisa datang tanpa undangan. Merayakan boleh, lengah jangan.

BPBD Tanggamus Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025 di Pantai Muara Indah, Kotaagung. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada periode penghujan.

Apel siaga diikuti oleh unsur TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, relawan, serta masyarakat pesisir. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan kesiapan seluruh sumber daya menghadapi ancaman banjir, longsor, serta gelombang pasang.


“Apel ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat ketika terjadi bencana,” ujar Irvan Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus dalam amanat apel.

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tanggamus, 11 Rumah Rusak — BPBD Lakukan Penilaian Cepat


Bupati Tanggamus Serahkan Bantuan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Gempa

Gempa bumi bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat malam, 26 September 2025, sekitar pukul 21.55 WIB. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 5,47° Lintang Selatan dan 104,51° Bujur Timur, atau 19 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman lima kilometer.

Guncangan yang bersumber dari gempa dangkal ini dirasakan cukup kuat di sejumlah pekon di Kecamatan Semaka. Masyarakat sempat merasakan getaran dalam waktu singkat, namun tidak ada peringatan dini tsunami yang dikeluarkan.

Hasil pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mencatat sebanyak 11 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian satu unit rusak berat, enam unit rusak sedang, dan empat unit rusak ringan. Kerusakan terutama terjadi di Pekon Sidodadi, Pekon Tugu Rejo, dan Pekon Karang Rejo. Meski ada kerusakan bangunan, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa ini.

Tim Reaksi Cepat BPBD Tanggamus langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk melakukan assessment lapangan bersama aparat pekon dan kecamatan. Penilaian dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan serta kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

“BPBD terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG dan unsur Forkopimda, untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan,” ujar Irvan Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus.

Saat ini, proses pendataan lanjutan dan identifikasi kebutuhan logistik masih berlangsung. Pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan serta mengupayakan dukungan perbaikan rumah warga terdampak sesuai prosedur yang berlaku.

BPBD Tanggamus mengingatkan masyarakat untuk selalu memperoleh informasi dari sumber resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa bumi, mengingat wilayah ini berada pada jalur sesar aktif dan zona rawan gempa.