Breaking News:

Musim Penghujan; jaga kesehatan, waspada bencana banjir, longsor dan wabah demam berdarah

Topografi Tanggamus dan Ancaman Bencana yang Mengintai di Balik Kabut Pagi


Pagi di Gisting dan Ulubelu kerap dibuka dengan pemandangan serupa: kabut tebal yang menggantung rendah, menyelimuti lereng-lereng hijau Bukit Barisan Selatan. Di bawahnya, hawa dingin menembus kulit dengan suhu berkisar 18 hingga 27 derajat Celsius. Namun, di balik lanskap asri dan hawa sejuk khas dataran tinggi Kabupaten Tanggamus tersebut, ada dinamika cuaca ganjil yang sedang berlangsung sepanjang Agustus ini.


Meski wilayah Lampung secara umum sudah menginjak puncak musim kemarau, warga di kawasan pesisir Teluk Semaka hingga lereng Gunung Tanggamus masih kerap dikejutkan oleh guyuran hujan lokal. Fenomena orografis—pertemuan angin laut yang sarat uap air dengan benteng perbukitan terjal—memicu pembentukan awan konvektif secara mendadak pada siang menjelang sore.

Fenomena Cuaca; Antara Elnino dan Bediding


Wilayah Agung Timur, Tanggamus, Lampung saat ini didominasi cuaca cerah berawan dengan suhu 24°C hingga 30°C. Secara nasional, Indonesia sedang mengalami puncak musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino, kombinasi pergerakan semu matahari, dan fenomena [bediding] di mana suhu terasa lebih dingin pada malam hari.

Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025


Laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Semester II Tahun 2025 menggambarkan upaya berkelanjutan lembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.  

​Berikut adalah narasi poin-poin utama dari laporan tersebut:

  • ​Peningkatan Kinerja yang Konsisten: Sepanjang tahun 2025, BPBD Kabupaten Tanggamus menunjukkan tren peningkatan kepuasan masyarakat yang stabil. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) meningkat dari 85,91 pada Triwulan I menjadi 87,34 pada Triwulan IV, dengan nilai rata-rata tahunan mencapai 86,46 yang termasuk dalam kategori "Baik".  
  • Profil Layanan dan Responden: Survei ini melibatkan 2.972 responden, di mana mayoritas pengguna layanan (94,99%) mengakses Layanan Teknis Tanggap Darurat Bencana. Sebagian besar responden adalah laki-laki (56,59%) dengan tingkat pendidikan didominasi lulusan SLTA (67,16%).  

Nataru 2025: Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi dan Dampak Siklon Tropis Bakung


Kota Agung—Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap peningkatan curah hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi banjir dan tanah longsor yang berisiko terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini terpantau Siklon Tropis Bakung di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Provinsi Lampung. Meskipun tidak berdampak langsung, keberadaan sistem siklon tersebut berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Provinsi Lampung, termasuk Kabupaten Tanggamus.

Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Menyambut Natal dan Tahun Baru 2025


Akhir tahun selalu membawa dua wajah: harapan dan kewaspadaan. Di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Natal dan Tahun Baru 2025 hadir bersamaan dengan musim hujan yang kian basah, angin yang tak selalu ramah, serta laut yang kadang berubah tabiat. Inilah musim hidrometeorologi—saat hujan lebat, banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi bisa datang tanpa undangan. Merayakan boleh, lengah jangan.