Banjir Melanda Sejumlah Pekon di Kecamatan Kotaagung Barat, BPBD Tanggamus Lakukan Asesmen dan Penanganan
Tanggamus, 22 September 2026 — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus pada Senin malam hingga Selasa dini hari, 21–22 September 2026, menyebabkan meluapnya Sungai Way Belu di Kecamatan Kotaagung Barat.
Luapan sungai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan mengakibatkan tanggul sungai jebol pada sejumlah titik dengan panjang kerusakan sementara diperkirakan mencapai sekitar 200 meter. Air kemudian menggenangi sejumlah wilayah permukiman dan lahan pertanian masyarakat.
Berdasarkan hasil pendataan awal di lapangan, wilayah terdampak meliputi Pekon Belu, Negara Batin, Teba Bunuk, dan Tanjung Agung. Pekon Belu dan Negara Batin dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan.
Data sementara mencatat sekitar 300 kepala keluarga terdampak. Selain permukiman warga, genangan juga berdampak terhadap lahan pertanian serta fasilitas umum, termasuk SDN 1 Belu. Kondisi ruang kelas dan fasilitas belajar yang terdampak genangan menyebabkan kegiatan pembelajaran sementara dialihkan secara daring pada 22–23 September 2026.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Tanggamus bersama unsur terkait melakukan asesmen, pemantauan kondisi sungai dan wilayah terdampak, serta penanganan di lapangan. Pembersihan material lumpur, pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari penanganan awal pascabencana.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah pekon, perangkat daerah terkait dan unsur lainnya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat ditangani serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Lampung, termasuk wilayah Kabupaten Tanggamus. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.
BPBD Kabupaten Tanggamus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, daerah rendah dan wilayah yang memiliki riwayat banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kenaikan debit air sungai.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat pekon, kecamatan atau petugas kebencanaan apabila terjadi kenaikan debit air, longsor, kerusakan tanggul maupun kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
BPBD Kabupaten Tanggamus terus melakukan pemantauan dan pemutakhiran data dampak kejadian. Data jumlah warga terdampak, kerusakan rumah, fasilitas umum, lahan pertanian dan kebutuhan penanganan akan diperbarui berdasarkan hasil asesmen lapangan.
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko bencana, khususnya menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Komentar
Posting Komentar